~The Box

•June 23, 2009 • 3 Comments

The_Box_by_luana

the box is still on me.
like the last time we closed them together,
it’s still locked and sealed…
with tears and laughters.

the key is on you.
while i’m running wheel of fortune for tomorrow,
faith is banging your front door…
ask for lust to be loved just in a row.

we’re no longer virgins,
we know how it begins.
we’re yet close to the end,
soon it will all be banned.

the box is still on me,
and the key is on you…

 

Art by http://luana.deviantart.com/
:: Alanis Morissette – Right Through You (Accoustic) ::

~terik hujan

•June 22, 2009 • 4 Comments

sore ini terik… dan hujan,
senja beranjak tuk menari di langit sore.

saat kutanya kau tentang wanitamu,
dijawabnya dengan lantang tentang kau dan aku.

ternyata, hujan terik bukan hanya tentang kematian,
ternyata, ia juga tentang ramahnya sepi yang menjalar.

sampaikan saja salamku tuk panas,
mungkin dia akan datang menyambutmu sore ini.
sampaikan juga salamku tuk wanitamu,
yang memang ternyata cinta padamu.

hujan berhenti,
malu ia pada lembayung senja.

~bola kristal

•May 26, 2009 • 5 Comments

Winter_Crystal_Ball_by_frozerosemary_s

di musim dingin,
di sana,di sebuah bola kristal;
kau cabuli aku dengan segala kemunafikanmu.

~Untuk Tuan

•May 1, 2009 • 3 Comments

may_day_2007_by_doal_by_doal84designholic

Bila mereka menghentak kaki memijak pada bumi dan tanah yang sama,
Maka mereka adalah saudara.
Bila teduh mega, basah hujan, terik panas jatuh pada kulit dan daging dari langit yang sama,
Maka kami adalah saudara.
Bila dia hitam, kau putih, mereka kuning, pun bernafas di lapis udara yang sama,
Maka kita adalah saudara.

Tak dengar kah Tuan, tak lihat kah Tuan?
jerit tangis malaikat luka yang kesiangan,
pun teriak lengking amarah tak berkesudahan,
berjuang hingga titik darah penghabisan.

Mereka kata mereka RAJA.
Mereka kata mereka PENGUASA.

Olok-olok masa tak runtuhkan benteng tebal,
yang pisahkan kami dari Tuan.
Kami mungkin kumal pun rendah,
tak ubah kotoran yang Tuan injak,
tak ubah sudut berdebu yang Tuan tinggalkan.

Darah kita sama merah, Tuan.
Hanya angka yang menjarak Tuan dan kami.

Salam untuk langit yang sebentar lagi jatuh menimpa Tuan.
Sampaikan saja, di sini kami menunggu hari penghakiman terakhir.

 

Bandung, 1 Mei 2009 

 

artwork by : doal84designholic

Titik Awal

•April 24, 2009 • 1 Comment

__runaway_by_aryprPada suatu masa, seseorang akan kembali ke titik awal. The starting point.  Dimana semua kembali pada asalnya, kembali kepada kodratnya. Gw ngga tau kapan masa ini akan tiba di gw. Tapi yang pasti, saat masa ini datang, gw ingin siap dengan semua. Gw tidak hanya berbicara tentang kematian, tapi semua hal yang kita mulai, pasti ada akhirnya.

Seorang teman kantor mengundurkan diri dari kantor karena ada tawaran pekerjaan yang lebih baik, walaupun jika ditimbang-timbang, tawaran tersebut memiliki posisi tawar yang tidak jauh berbeda dengan posisinya saat ini. Masa kerja 10 tahun, bukan sebentar. Di perusahaan ini, dia bilang dia menemukan semuanya. Tapi karirnya mentok dan itu berarti uangnya yah… segitu-gitu aja. Per hari ini, dia akan mengakhiri kesehariannya di kantor tempat kami bekerja, dan memulai di kantornya yang baru.

Banyak orang menyangka bahwa sesuatu yang kembali ke titik awal, sama dengan titik mundur. Tapi gw ga mikir gitu. Kalau seseorang berani mengambil resiko untuk memulai sesuatu dari nol untuk hal yang (setidaknya) dia pikir akan lebih baik, gw mengacungkan 2 (baca: seluruh) jempol gw.

Sekarang, gw (sepertinya) sedang ada dalam masa-masa transisi. Dari umur 20-an ke umur 30-an. Kebimbangan gw akan kondisi tubuh gw yang semakin tidak menarik (bukan tidak sehat), kebimbangan gw akan karir yang sedang gw jalani saat ini (gw sudah mulai jenuh) dan gw berpikir untuk berwiraswasta, kebimbangan gw akan “How good i play my role as a wife and a mother?”.

Intinya, gw masih ingin tetap muda, tapi juga menjadi dewasa dalam waktu yang bersamaan.

Yang seperti ini mungkin akan susah sampai pada hasil akhir yang gw inginkan, tapi memang (katanya) harus merubah pola pikir dan gaya hidup untuk sampai ke titik yang gw inginkan. Hal itu sama saja dengan meng-nol-kan semua, mulai kembali dari awal. Diantaranya adalah : (1) menyesuaikan waktu tidur, (2) berhenti merokok , (3) mengurangi kopi, (4) menekan libido yang tinggi dengan mencari kegiatan berguna, (5) mulai memikirkan diri sendiri, dan (6) menurunkan temperamen yang selangit ini.

Mungkin diantara 6 (baca: enam) hal yang sudah gw tuliskan tadi, (menurut gw) nomor 5 tidak begitu penting karena gw sudah cukup egois *lol*. Untuk sisanya, sepertinya gw memang harus merubah pola pikir & kebiasaan hidup gw yang buruk. The challenging question is : Sudah siap kah gw untuk kembali ke titik awal itu?

Gw mengakui gw bukan orang yang soleh, gw bukan orang yang benar-benar taat pada agama. Tapi gw percaya sama Tuhan. Kadang, gw sendiri mempertanyakan apakah gw memang beragama atau tidak. Karena gw dengan sotoy (baca: sok tahu) nya selalu bilang ke 2 malaikat kecil gw, “Semua agama itu baik, yang berbeda itu adalah bagaimana agama itu mengajarkan cara mereka beribadah dan memanggil Tuhan mereka. Kalian boleh belajar apapun yang kalian rasa memang kalian inginkan, dan mama (gw) tidak mau memaksa salahsatu dari antara kalian untuk mengikuti mama.”  Se-`pintar` itu kah jawaban gw?

AM I RUNNING AWAY ???

What is this? Self-evaluation? Maybe! Tapi gw memang harus bersiap untuk kembali ke titik awal.