BANDUNG… kota yang membuat semuanya jungkir balik… (THE BEGGINING)

Dunia saya bisa dibilang sebenarnya di tahun-tahun pertama ini hanya berada seputar kampus, kost-an dan warnet. Dan di tahun-tahun pertama ini, saya masih sangat amat muda dan polos!

Tahun 1998,
… tahun pertama sayamenginjakkan kaki di kota ini.

Pilihan kota yang sebenarnya sama orang rumah dianggap suatu ‘pemberontakan’. Kenapa pemberontakan? Karena saya tidak punya keluarga di Bandung, dan sebelumnya belum pernah ada anggota keluarga yang berdomisili di Bandung.

Di tahun pertama ini, saya memulai semuanya dari awal. Kegiatan yang standar untuk pengangguran yang belum lulus sekolah menengah atas… bimbel, beli formulir, tanya sana-sini tentang tempat main, dan mencari info tentang teman-teman satu sekolah yang satu kota. Masa bimbel diisi dengan bermain… ga pernah tau apa yang dipelajari di kelas, ga pernah tau cara menyelesaikan pertanyaan-pertanyaan yang ada di lembar-lembar try-out. Yang saya tau, saya dapat informasi tentang tempat nongkrong, bisa merokok dengan santai di warung deket tempat bimbel, dan dapat temen baru.

Sampailah pada masa saya diterima di sebuah perguruan tinggi swasta di jurusan yang saya sendiri tidak tau nantinya mau jadi apa kalau masuk ke fakultas dan jurusan itu… yang saya tau, saya masuk dengan modal pengetahuan yang pas-pasan … dan modal yang pas-pasan pula. Kalau teman-teman yang bareng lembar pendaftaran mengisi kolom uang pembangunan dengan angka dengan nol sebanyak minimal 6 (baca:jutaan), saya hanya mengisi dengan angka lima ratus ribu rupiah. Dan tadinya saya yakin saya tidak akan masuk ke PTS itu, karena saya tidak punya uang. Yang saya bawa hanya otak dan kantong pas-pasan… Tapi, ternyata semua berubah.

Tahun-tahun awal yang cukup bersemangat… Saya mulai mengenal ruang-ruang kampus, teman-teman satu jurusan, beberapa teman-teman satu fakultas, beberapa teman-teman ‘nongkrong’, dan masih rajin untuk memasuki ruang perkuliahan. Saya bukan tipe ‘mahasiswa gaul’, tidak banyak yang mengenal saya di kampus.

Tahun 1999-2000,
… saya berterimakasih pada dunia maya.

Saya mulai jarang berada di kost-an saya yang di Dago, dan memilih untuk pindah ke sebuah rumah kontrakan yang disewa teman-teman ‘seperjuangan’ di bilangan Gandok, Ciumbuleuit. Di daerah ini lah kehidupan maya saya dimulai.

Saya mulai getol berkeliaran di dunia maya di tahun-tahun ini. Yang tadinya mampir ke warnet hanya untuk email-emailan, cari informasi tambahan untuk tugas kampus dan sekadar melihat gambar. Saya mulai kenal dengan yang namanya CHATTING… Lewat mIRC, Y!Messenger, dan MSN Messenger , dunia saya mulai berbeda. Terutama di mIRC… diawali dengan berjalan-jalan di EFnet , saya terdampar di DalNet . Di sini lah saya memulai hidup saya. Mendapatkan pekerjaan di sebuah warnet teman, mengenal dunia rancang halaman www, berkunjung (baca: kopdar) ke beberapa teman chatting yang berdomisili di kota Bandung, mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan dot com di Bandung (semua orang tau, cari kerja di kota Bandung susah…) , dan … he he he he… memulai petualangan cinta saya…

Mbak In, pernah ngomel sama saya waktu itu, dan saya masih ingat sekali dia bilang begini…
“Kurang ajar loe ya! Gara-gara elo, gw menghabiskan 4 jam berlama-lama di depan komputer dan ngobrol dengan manusia-manusia aneh! Elo bikin gw addict sama chatting!!!”

Ya, memang sih, saya yang memperkenalkan IRC ke dia, tapi saya tidak bertanggung jawab atas kejadian-kejadian seperti candu internet, atau bertemu teman (baca:gebetan) baru… Tapi dia bisa mengatasi semua kok. Dia dan saya bertemu dengan orang-orang baru, yang kemudian menjadi teman, atau menjadi pacar. Dia dan saya juga beberapa kali patah hati karena manusia-manusia yang belum pernah kami temui. Tapi akhirnya she can get over with it, menemukan dunia yang baru, dunia tulis-menulis.

Dan saya, terpuruk di kehidupan dunia maya, berkenalan dan berkencan dengan orang-orang baru, tidak menambah ilmu apapun selain cara mengedit script mIRC, mencari pacar baru, dan cara membuat tampilan gambar jadi lebih menarik. Itu saja.

Ehm.. nanti lah saya lanjutkan lagi… 😀 saya lelah… lelah memutar putaran waktu kembali ke 8 tahun silam… 😉

Advertisements

~ by vla on May 13, 2008.

2 Responses to “BANDUNG… kota yang membuat semuanya jungkir balik… (THE BEGGINING)”

  1. […] dengan pilihan untuk melanjutkan hidup gw di Bandung… yah, kilas baliknya ada di cerita yang ini. Tapi seiring dengan waktu, gw yang keras kepala ini sudah bisa sedikit banyak memilah-milah di […]

  2. wah BDG emang kota yg gimana gitu..susah di ungkap in dengan kata2…suasana nya itu loh bikin adem mulu..gw pernah kesana tahun 2003 untuk test seleksi masuk sekolah tinggi pariwisata Bandung atau yg lebih dikenal dengan nama Enhai di JL Setia budi namun sayang gak lulus..tapi akhirnya adek gw lulus masuk sebagai angkatan Tahun 2007..sekarang gw sering ke sana sebulan sekali untuk ngeliat Adek gw.. sekaligus ketemu temen2 SMU gw yg notabene kuliah di UNPAR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: