Titik Awal

__runaway_by_aryprPada suatu masa, seseorang akan kembali ke titik awal. The starting point.  Dimana semua kembali pada asalnya, kembali kepada kodratnya. Gw ngga tau kapan masa ini akan tiba di gw. Tapi yang pasti, saat masa ini datang, gw ingin siap dengan semua. Gw tidak hanya berbicara tentang kematian, tapi semua hal yang kita mulai, pasti ada akhirnya.

Seorang teman kantor mengundurkan diri dari kantor karena ada tawaran pekerjaan yang lebih baik, walaupun jika ditimbang-timbang, tawaran tersebut memiliki posisi tawar yang tidak jauh berbeda dengan posisinya saat ini. Masa kerja 10 tahun, bukan sebentar. Di perusahaan ini, dia bilang dia menemukan semuanya. Tapi karirnya mentok dan itu berarti uangnya yah… segitu-gitu aja. Per hari ini, dia akan mengakhiri kesehariannya di kantor tempat kami bekerja, dan memulai di kantornya yang baru.

Banyak orang menyangka bahwa sesuatu yang kembali ke titik awal, sama dengan titik mundur. Tapi gw ga mikir gitu. Kalau seseorang berani mengambil resiko untuk memulai sesuatu dari nol untuk hal yang (setidaknya) dia pikir akan lebih baik, gw mengacungkan 2 (baca: seluruh) jempol gw.

Sekarang, gw (sepertinya) sedang ada dalam masa-masa transisi. Dari umur 20-an ke umur 30-an. Kebimbangan gw akan kondisi tubuh gw yang semakin tidak menarik (bukan tidak sehat), kebimbangan gw akan karir yang sedang gw jalani saat ini (gw sudah mulai jenuh) dan gw berpikir untuk berwiraswasta, kebimbangan gw akan “How good i play my role as a wife and a mother?”.

Intinya, gw masih ingin tetap muda, tapi juga menjadi dewasa dalam waktu yang bersamaan.

Yang seperti ini mungkin akan susah sampai pada hasil akhir yang gw inginkan, tapi memang (katanya) harus merubah pola pikir dan gaya hidup untuk sampai ke titik yang gw inginkan. Hal itu sama saja dengan meng-nol-kan semua, mulai kembali dari awal. Diantaranya adalah : (1) menyesuaikan waktu tidur, (2) berhenti merokok , (3) mengurangi kopi, (4) menekan libido yang tinggi dengan mencari kegiatan berguna, (5) mulai memikirkan diri sendiri, dan (6) menurunkan temperamen yang selangit ini.

Mungkin diantara 6 (baca: enam) hal yang sudah gw tuliskan tadi, (menurut gw) nomor 5 tidak begitu penting karena gw sudah cukup egois *lol*. Untuk sisanya, sepertinya gw memang harus merubah pola pikir & kebiasaan hidup gw yang buruk. The challenging question is : Sudah siap kah gw untuk kembali ke titik awal itu?

Gw mengakui gw bukan orang yang soleh, gw bukan orang yang benar-benar taat pada agama. Tapi gw percaya sama Tuhan. Kadang, gw sendiri mempertanyakan apakah gw memang beragama atau tidak. Karena gw dengan sotoy (baca: sok tahu) nya selalu bilang ke 2 malaikat kecil gw, “Semua agama itu baik, yang berbeda itu adalah bagaimana agama itu mengajarkan cara mereka beribadah dan memanggil Tuhan mereka. Kalian boleh belajar apapun yang kalian rasa memang kalian inginkan, dan mama (gw) tidak mau memaksa salahsatu dari antara kalian untuk mengikuti mama.”  Se-`pintar` itu kah jawaban gw?

AM I RUNNING AWAY ???

What is this? Self-evaluation? Maybe! Tapi gw memang harus bersiap untuk kembali ke titik awal.

Advertisements

~ by vla on April 24, 2009.

One Response to “Titik Awal”

  1. vianilla: apa yang diyakini itulah modal dasar untuk melangkah lebih jauh lagi. Memulai pekerjaan di tempat yang baru bukan berarti mulai dari titik awal, tapi memulai dengan titik baru yang lebih jauh dari titik awal yang sebelumnya.

    Semoga berkenan dan salam kenal ya 😀 *saya ingin baca tulisan yang lain* Makasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: