~Dulu

Di sepasang cangkir kopi, hitamku menjadi mejikuhibiniu.

Di kepulan asap putih dari bibirmu, kata menjelma menjadi beribu kupu-kupu.

Di alunan rintik hujan, derai tawa seakan berima melagu.

Masa merambat bak puluhan akar racun, perlahan menikam rembulan pun mentari yang sendu.

Mengerang waktu merintih merindu.
Menggeram rindu membunuh kalbu.
Menggelepar kalbu meraba hatimu.

Dulu.

Advertisements

~ by vla on November 25, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: